BERANDA Berita Utama Tidak Ada Hari Dunia untuk Pekerjaan yang Layak di Indonesia

Tidak Ada Hari Dunia untuk Pekerjaan yang Layak di Indonesia

- Advertisement -

Kantorberitaburuh.com, JAKARTA – Minggu ini, Indonesia mengadopsi Omnibus Law yang mengancam hak-hak buruh yang diperoleh dengan susah payah. Selama berbulan-bulan, undang-undang ini dikecam keras oleh serikat pekerja, LSM, akademisi, dan kelompok masyarakat sipil lainnya, terutama yang terkait dengan cluster tenaga kerja dalam undang-undang tersebut.

Akibat diberlakukannya undang-undang tersebut, beberapa hari terakhir ini banyak aksi mogok dan demonstrasi yang terjadi di jalanan Indonesia beberapa hari terakhir ini.

Tujuan dari undang-undang baru ini adalah untuk menarik investasi ke Indonesia dan menciptakan lapangan kerja. Namun yang menjadi pertanyaan adalah, apakah Omnibus Law akan berdampak demikian. Karena isi undang-undang tersebut merongrong hak-hak buruh yang ada, seperti pemotongan upah, yang umumnya jauh di bawah upah layak, pekerja, dan peningkatan jam kerja. Undang-undang tersebut juga merusak jaminan kerja dan perlindungan sosial bagi pekerja.

BACA JUGA  Gelar Workshop, KSBSI Jawa Tengah Kupas Dampak UU Cipta Kerja

Merongrong hukum ketenagakerjaan, hak asasi manusia, bahkan Pancasila

Apalagi, undang-undang tersebut tidak hanya merongrong hukum ketenagakerjaan tetapi juga hak asasi manusia. Hal tersebut bertentangan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Global yang telah dianut oleh Indonesia, bahkan dengan Pancasila , prinsip negara Indonesia yang menjunjung tinggi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

BACA JUGA  Gurihnya Dana Bansos

CNV Internationaal meminta DPR dan Pemerintah Indonesia untuk mencabut undang-undang tersebut melalui segala kemungkinan prosedur hukum. Belum terlambat untuk melakukan koreksi atas keputusan mengadopsi UU tersebut dan berdialog dengan serikat pekerja untuk membahas Labour Cluster dalam Omnibus Law.

Belum terlambat untuk melakukan koreksi atas keputusan mengadopsi UU tersebut dan berdialog dengan serikat pekerja untuk membahas Labour Cluster dalam Omnibus Law.

CNV Internationaal menyampaikan dukungan tulusnya kepada para pekerja dan serikat pekerja di Indonesia untuk membela hak-hak mereka yang terkena dampak Omnibus Law, melalui tindakan damai dan sah. Merek garmen dan asosiasi bisnis Eropa pun telah menyampaikan keprihatinannya melalui surat kepada Presiden Joko Widodo tentang Labour Cluster dalam Omnibus Law. (Sumber: CNV Internationaal)

BACA JUGA  Ini Alasan Kuat KSBSI Gugat UU Cipta Kerja

 

- Advertisement -

REKOMENDASI

Stay Connected

16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Bela Hak Buruh, Dedi Hardianto: KSBSI Tetap Lanjutkan Perlawanan!

Kantorberitaburuh.com, JAKARTA - Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) menjadi salah satu leader yang menggugat UU Cipta Kerja ke Mahkamah Konstitusi (MK). Gugatan judicial...

Kemenangan UtaYoh Bukti Suara Rakyat Tumbangkan Kekuatan Oligarki

Kantorberitaburuh.com, JAKARTA - Pasangan independen Untung Tamsil dan Yohana Dina Hindom yang biasa disebut pasangan Utayoh nomor urut 02, berhasil memenangkan pemilihan Bupati di...

Buruh Diusulkan Dapat Prioritas Vaksinasi, Apa Kata Pabrikan Otomotif?

Kantorberitaburuh.com, JAKARTA - Sebelumnya, Ary Joko Sulistyo Ketua Umum Federasi Serikat Buruh Garmen, Kerajinan, Tekstil, Kulit dan Sentra Industri-Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (FSB...

KSBSI Jambi Punya Gedung Baru, Rekson: Rumah Bagi Perjuangan Buruh

Kantorberitaburuh.com, JAMBI - Rekson Silaban, Ketua Majelis Penasihat Organisasi (MPO) Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) bangga dengan hadirnya gedung kantor KSBSI Perwakilan Wilayah...

Kembali Bikin Geger, Ribka Tjiptaning sebut Sinovac Barang Rongsokan

Kantorberitaburuh.com, JAKARTA - Usai bikin geger publik dengan pernyataan keras-nya menolak di vaksin corona, politikus PDI Perjuangan, Ribka Tjiptaning kembali membuat pernyataan kontroversial. Anggota...

BREAKING NEWS

BACA JUGA  Ini Alasan Kuat KSBSI Gugat UU Cipta Kerja

Kejagung Periksa 4 Orang Saksi dalam Kasus Korupsi ASABRI

Kantorberitaburuh.com, JAKARTA - Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) Kejaksaan Agung memeriksa 4 (empat) orang saksi...

Ini Keuntungan Anda Bergabung ke Serikat Buruh

Kantorberitaburuh.com, JAKARTA - Serikat Buruh/Serikat Pekerja adalah kata yang akrab didengar pekerja Indonesia. Gajimu memaparkan mengenai Pengertian Serikat Buruh, Fungsi dan Keuntungan Serikat Pekerja...

Bergabunglah dengan Serikat Buruh, Ini Aturannya

Kantorberitaburuh.com - Sesuai Undang-Undang Dasar, setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat. Serikat pekerja atau serikat buruh didefinisikan sebagai organisasi yang dibentuk...
BACA JUGA  Habis Menteri KKP, Giliran Walikota Cimahi "Dicokok" KPK

Minta Mendikbud Diganti, ‘Rudy Sentil Cak Imin’: Jangan Tendensius dan Politis

"Pandangan Cak Imin itu terlalu tendensius dan bernuansa politis. Saya berharap pendidikan Nasional atau dunia sekolahan ini janganlah dibawa ke ranah politisasi. Hindarkanlah diksi...

KSBSI dan Serikat Buruh Spanyol-ELA Bahas Penguatan Organisasi

Kantorberitaburuh.com, JAKARTA - Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) mengadakan evaluasi join program bersama serikat buruh ELA (Spanyol). Join program yang dilakukan KSBSI dengan...

Tinggalkan Balasan