BERANDA Nasional Hukum Nasib 'Perbudakan' Pekerja Indonesia di Kapal Ikan China

Nasib ‘Perbudakan’ Pekerja Indonesia di Kapal Ikan China

- Advertisement -

KANTOR BERITA BURUH, JAKARTA – Media di Korea Selatan melaporkan kondisi pekerja asal Indonesia selama bekerja di kapal penangkapan ikan. Dalam tayangan video terlihat sebuah peti mati, disebutkan berisi jenazah salah satu pekerja asal Indonesia, dilempar ke laut.

Hari Selasa (05/05), MBC News melaporkan tayangan dengan judul “Bekerja 18 Jam Sehari… Dibuang ke Laut Jika Meninggal” dengan menyoroti adanya pelanggaran hak asasi manusia yang dialami pekerja di atas sebuah kapal penangkapan ikan milik China.

Tayangan video milik MBC News ini memperlihatkan peti mati yang dibungkus kain oranye di geladak kapal sebelum dibuang ke laut.

Diketahui orang yang berada di dalam peti adalah Ari berusia 24 tahun dari Indonesia, seperti yang dikatakan laporan tersebut.

BACA JUGA  Mutasi Corona Cepat Menyebar, Dunia Beramai-Ramai Isolasi Inggris

Migrant Care, lembaga swadaya masyarakat yang mengadvokasi buruh migran Indonesia mengatakan, yang dialami oleh awak kapal Indonesia di kapal pencari ikan milik China Long Xin 605, Long Xin 629 dan Tian Yu 8 adalah bentuk pelanggaran hak asasi manusia.

“Mereka terenggut kebebasannya, bekerja dalam kondisi tidak layak, tidak mendapatkan hak atas informasi, hingga hak yang paling dasar yaitu hak atas hidup pun terenggut,” kata Wahyu Susilo dari Migrant Care melalui pernyataan tertulis yang diterima ABC.

Migrant Care merujuk pada indeks perbudakan global yang dikeluarkan tahun 2014-106 dan menempatkan buruh di sektor kelautan dan perikanan, terutama mereka yang bekerja di kapal penangkapan ikan, sebagai perbudakan modern yang terburuk.

BACA JUGA  Prancis 'Tampar' Google dan Amazon, Total Denda 135 Juta Euro
BACA JUGA  Mutasi Corona Cepat Menyebar, Dunia Beramai-Ramai Isolasi Inggris

Wahyu mendesak Kementerian Ketenagakerjaan, Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, dan Kementerian Perhubungan untuk bersikap pro-aktif memanggil para agen pengerah buruh kapal tersebut.

“Apakah sudah ada desakan bagi investigasi pelanggaran hak asasi manusia? Juga belum ada pernyataan tegas untuk memastikan pemenuhan hak-hak ABK tersebut,” kata Wahyu melalui pesan tertulisnya.

Penyebab hukum yang masih lemah

Sejak tahun lalu, koordinator nasional Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia, Moh Abdi Suhufan sudah mengingatkan lemahnya perlindungan hukum terhadap tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) di luar negeri atau kapal ikan asing.

“Pemerintah tidak mempunyai data yang pasti berapa jumlah ABK kapal ikan yang bekerja di luar negeri, sehingga menyulitkan upaya pelindungan yang mesti dilakukan,” jelasnya kepada Mongabay, Rabu (29/5/2019).

BACA JUGA  Indonesia "Borong" Sistem Pertahanan Rudal Anti Kapal Neptune?

Sementara itu berdasarkan data Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA), ada lebih dari 250 pekerja migran yang bekerja sebagai anak buah kapal di tahun 2019.

Sekretaris Jenderal KIARA, Susan Herawati mengatakan Indonesia harus menyusun segera ‘roadmap’ atau pemetaan strategi serta payung hukum agar dapat memberikan perlindungan penuh kepada anak buah kapal dan buruh kapal.

Hingga saat ini peraturan di Indonesia terkait buruh kapal perikanan hanya mengatur kapal-kapal dalam negeri. (DETIKCOM)

BACA JUGA  Apple, Dell hingga BMW Dituding Lakukan Kerja Paksa Muslim Uighur
- Advertisement -

REKOMENDASI

Stay Connected

16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Bela Hak Buruh, Dedi Hardianto: KSBSI Tetap Lanjutkan Perlawanan!

Kantorberitaburuh.com, JAKARTA - Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) menjadi salah satu leader yang menggugat UU Cipta Kerja ke Mahkamah Konstitusi (MK). Gugatan judicial...

Buruh Diusulkan Dapat Prioritas Vaksinasi, Apa Kata Pabrikan Otomotif?

Kantorberitaburuh.com, JAKARTA - Sebelumnya, Ary Joko Sulistyo Ketua Umum Federasi Serikat Buruh Garmen, Kerajinan, Tekstil, Kulit dan Sentra Industri-Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (FSB...

KSBSI Jambi Punya Gedung Baru, Rekson: Rumah Bagi Perjuangan Buruh

Kantorberitaburuh.com, JAMBI - Rekson Silaban, Ketua Majelis Penasihat Organisasi (MPO) Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) bangga dengan hadirnya gedung kantor KSBSI Perwakilan Wilayah...

Kemenangan UtaYoh Bukti Suara Rakyat Tumbangkan Kekuatan Oligarki

Kantorberitaburuh.com, JAKARTA - Pasangan independen Untung Tamsil dan Yohana Dina Hindom yang biasa disebut pasangan Utayoh nomor urut 02, berhasil memenangkan pemilihan Bupati di...

Kembali Bikin Geger, Ribka Tjiptaning sebut Sinovac Barang Rongsokan

Kantorberitaburuh.com, JAKARTA - Usai bikin geger publik dengan pernyataan keras-nya menolak di vaksin corona, politikus PDI Perjuangan, Ribka Tjiptaning kembali membuat pernyataan kontroversial. Anggota...

BREAKING NEWS

BACA JUGA  Apa Nasib Kontrak Kerja Buruh Usai Omnibus Law Disahkan?

Kejagung Periksa 4 Orang Saksi dalam Kasus Korupsi ASABRI

Kantorberitaburuh.com, JAKARTA - Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) Kejaksaan Agung memeriksa 4 (empat) orang saksi...

Ini Keuntungan Anda Bergabung ke Serikat Buruh

Kantorberitaburuh.com, JAKARTA - Serikat Buruh/Serikat Pekerja adalah kata yang akrab didengar pekerja Indonesia. Gajimu memaparkan mengenai Pengertian Serikat Buruh, Fungsi dan Keuntungan Serikat Pekerja...

Bergabunglah dengan Serikat Buruh, Ini Aturannya

Kantorberitaburuh.com - Sesuai Undang-Undang Dasar, setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat. Serikat pekerja atau serikat buruh didefinisikan sebagai organisasi yang dibentuk...

Minta Mendikbud Diganti, ‘Rudy Sentil Cak Imin’: Jangan Tendensius dan Politis

"Pandangan Cak Imin itu terlalu tendensius dan bernuansa politis. Saya berharap pendidikan Nasional atau dunia sekolahan ini janganlah dibawa ke ranah politisasi. Hindarkanlah diksi...

KSBSI dan Serikat Buruh Spanyol-ELA Bahas Penguatan Organisasi

Kantorberitaburuh.com, JAKARTA - Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) mengadakan evaluasi join program bersama serikat buruh ELA (Spanyol). Join program yang dilakukan KSBSI dengan...

Tinggalkan Balasan