BERANDA Internasional Afrika Di Tengah Pandemi, Kekerasan dan Pelecehan di Tempat Kerja Masih Marak

Di Tengah Pandemi, Kekerasan dan Pelecehan di Tempat Kerja Masih Marak

- Advertisement -

KANTOR BERITA BURUH, JAKARTA – Manal Azzi, pengamat kesehatan spesialis Keselamatan dan Kesehatan Kerja mengatakan kekerasan dan pelecehan di dunia kerja membuat orang kehilangan martabatnya. Selain itu, dampaknya juga akan membuat pekerja akan mengalami stres tingkat tinggi dan kehilangan produktivitas.

Padahal, jika mengacu Konvensi No. 190 dan Rekomendasi No. 206 sudah ditegaskan bahwa setiap hak pekerja harus bebas dari kekerasan dan pelecehan. Termasuk kekerasan dan pelecehan berbasis gender.

Dia menjelaskan, praktik kekerasan dan pelecehan tersebut sampai hari ini masih kerap terjadi diberbagai sektor pekerjaan. Pelakunya bisa saja dilakukan oleh pimpinan perusahaan, rekan sampai bawahan.

Kemudian jenis kekerasan dan pelecehan ini tak hanya berbentuk fisik dan seksual. Melainkan kekerasan psikologis juga sangat berbahaya sehingga bisa menyebabkan korban bunuh diri.

BACA JUGA  Benarkah Dugaan Korupsi Bansos DKI Sudah Ditangani Inspektorat?

Apakah kekerasan dan pelecehan tersebut bisa berdampak pada perusahaan? Manal mengatakan sangat bisa berpengaruh. Dia menuturkan jika seorang pekerja menjadi korban akan tidak bersemangat lagi bekerja, sehingga mempengaruhi produktivitas bisnis perusahaan.

“Praktik kekerasan dan pelecehan ini sudah menjadi krisis kesehatan masyarakat dunia dan belum mengalami penurunan. Termasuk pemberlakuan pembatasan kerja di perusahaan selama pandemi Covid-19 telah meningkatkan tingkat stres yang tinggi terhadap pekerja. Dalam beberapa kasus ini telah menyebabkan kekerasan dan pelecehan diarahkan terhadap personel penting, petugas kesehatan dan lainnya digaris depan pandemi,” ujarnya.

BACA JUGA  Syarat Perjalanan Terbaru, Rapid Antigen Hanya Berlaku 3 Hari

Contohnya, dia mendapatkan laporan dokter di Wuhan, Cina, yang dipukuli dan diancam di rumah sakit saat antrian pasien yang penuh sesak. Pekerja penting di toko grosir telah mengalami kekerasan dan pelecehan ketika toko-toko kehabisan persediaan.

BACA JUGA  Media Partai Komunis China Nyatakan AS Negara Gagal 2020

Baru-baru ini, seorang penjaga keamanan di Amerika Serikat terbunuh ketika berusaha untuk menegakkan kebijakan mengenakan masker di sebuah toko.

Sebenarnya Organisasi Buruh Internasional (ILO)  sendiri sudah mengkampanyekan tentang lingkungan kerja yang aman dan sehat, bebas dari kekerasan dan pelecehan.  Langkah inisiatif ini dilakukan untuk menghilangkan tindakan, mencegah dan menangani risiko psikososial di tempat kerja,

“Termasuk sistem dan pelatihan manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang lebih baik,” ungkapnya.

Termasuk tahun lalu, di Centenary International Labour Conference, 187 negara anggota ILO juga sudah mengadopsi Konvensi Kekerasan dan Pelecehan yang inovatif (No. 190) dan Rekomendasi yang menyertainya (No. 206). Dalam melakukan ini, ILO mendefinisikan komitmen global untuk menghilangkan momok yang tidak baik ini.

BACA JUGA  Buruh dan Teknologi, untuk Apa dan Siapa?

“Namun, komitmen menyeluruh seperti itu harus perlu didukung semua elemen masyarakat dunia. Kita semua ingin membangun normal normal yang lebih baik pasca Covid-19. Tempat kerja harus bebas dari kekerasan dan pelecehan,” tandasnya. (A1/ILO.ORG/KSBSI.ORG)

BACA JUGA  2 Pesawat Pemda Mimika Dipertanyakan, FPM Desak DPRD Bentuk Pansus
- Advertisement -

REKOMENDASI

Stay Connected

16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Bela Hak Buruh, Dedi Hardianto: KSBSI Tetap Lanjutkan Perlawanan!

Kantorberitaburuh.com, JAKARTA - Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) menjadi salah satu leader yang menggugat UU Cipta Kerja ke Mahkamah Konstitusi (MK). Gugatan judicial...

Kemenangan UtaYoh Bukti Suara Rakyat Tumbangkan Kekuatan Oligarki

Kantorberitaburuh.com, JAKARTA - Pasangan independen Untung Tamsil dan Yohana Dina Hindom yang biasa disebut pasangan Utayoh nomor urut 02, berhasil memenangkan pemilihan Bupati di...

Buruh Diusulkan Dapat Prioritas Vaksinasi, Apa Kata Pabrikan Otomotif?

Kantorberitaburuh.com, JAKARTA - Sebelumnya, Ary Joko Sulistyo Ketua Umum Federasi Serikat Buruh Garmen, Kerajinan, Tekstil, Kulit dan Sentra Industri-Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (FSB...

KSBSI Jambi Punya Gedung Baru, Rekson: Rumah Bagi Perjuangan Buruh

Kantorberitaburuh.com, JAMBI - Rekson Silaban, Ketua Majelis Penasihat Organisasi (MPO) Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) bangga dengan hadirnya gedung kantor KSBSI Perwakilan Wilayah...

Kembali Bikin Geger, Ribka Tjiptaning sebut Sinovac Barang Rongsokan

Kantorberitaburuh.com, JAKARTA - Usai bikin geger publik dengan pernyataan keras-nya menolak di vaksin corona, politikus PDI Perjuangan, Ribka Tjiptaning kembali membuat pernyataan kontroversial. Anggota...

BREAKING NEWS

BACA JUGA  Penggelapan dalam Jabatan, Tindak Pidana atau Perdata?

Kejagung Periksa 4 Orang Saksi dalam Kasus Korupsi ASABRI

Kantorberitaburuh.com, JAKARTA - Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) Kejaksaan Agung memeriksa 4 (empat) orang saksi...

Ini Keuntungan Anda Bergabung ke Serikat Buruh

Kantorberitaburuh.com, JAKARTA - Serikat Buruh/Serikat Pekerja adalah kata yang akrab didengar pekerja Indonesia. Gajimu memaparkan mengenai Pengertian Serikat Buruh, Fungsi dan Keuntungan Serikat Pekerja...

Bergabunglah dengan Serikat Buruh, Ini Aturannya

Kantorberitaburuh.com - Sesuai Undang-Undang Dasar, setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat. Serikat pekerja atau serikat buruh didefinisikan sebagai organisasi yang dibentuk...

Minta Mendikbud Diganti, ‘Rudy Sentil Cak Imin’: Jangan Tendensius dan Politis

"Pandangan Cak Imin itu terlalu tendensius dan bernuansa politis. Saya berharap pendidikan Nasional atau dunia sekolahan ini janganlah dibawa ke ranah politisasi. Hindarkanlah diksi...

KSBSI dan Serikat Buruh Spanyol-ELA Bahas Penguatan Organisasi

Kantorberitaburuh.com, JAKARTA - Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) mengadakan evaluasi join program bersama serikat buruh ELA (Spanyol). Join program yang dilakukan KSBSI dengan...

Tinggalkan Balasan